Jumat, 16 Desember 2011

Model Pengajaran Interaksi Sosial (IS) untuk Berpikir Tentang Fisika


Model  Pengajaran Interaksi Sosial   (IS) untuk Berpikir Tentang Fisika 
Oleh : Marjoko
Abstrak
pada proses belajar mengajar  pada pelajaran Fisika,  didalam kelas adalah bagaimana guru dapat menerangkan sesuatu yang tidak dapat dilihat secara  kasad mata akan tetapi dapat dipahami oleh siswa, misalnya bagaimana kita dapat menerangkan tentang susunan atom  atau tentang kelistrikan dan lain sebagainya. Maka dipandang perlu untuk mencoba  suatu teknik pengajaran yang dinamakan Interaksi Sosial  atau disingkat (IS)
Model   pembelajaran ini bermazhab pada teori belajar  sosial yang mana dapat  menggabungkan antara mazhab  behavior dengan mazhab kognitif,  pada model ini   dipakai apabila :
1.      Sarana dan prasarana didalam kelas tidak memadai atau tidak ada sarana dan prasarana.
2.      Untuk menerangkan mata pelajaran Fisika .
3.      Pokok bahasan mata pelajaran tidak dapat dideteksi oleh mata telanjang.
4.      Memerlukan penalaran antara zat yang tak terdeteksi dengan yang terdeteksi.
5.      Suatu system pengajaran yang bermuara pada penemuan baru.
 Teori ini juga dikenali sebagai Teori Perlakuan Model. Albert Bandura, seorang tokoh mazhab model pembelajaran sosial menyatakan bahwa:
proses pembelajaran akan dapat dilaksanakan dengan lebih berkesan dengan menggunakan pendekatan ‘permodelan’.
Beliau juga menjelaskan lagi  bahwa aspek perhatian siswa  terhadap apa yang disampaikan atau dilakukan oleh guru dan  juga aspek peniruan oleh siswa akan dapat memberikan kesan yang optimum kepada pemahaman siswa.
Pada model  ini ibaratnya menguraikan benang kusut, untuk lebih mudahnya benang tersebut digambarkan sebagai tali yang  lebih besar daripada yang terjadi sebenarnya, sehingga lebih mudah diuraikan, setelah terurai lalu dikembangkan bagaimana benang tersebut supaya lebih bermanfaat, dari situ sang benang dikembalikan  kedalam bentuk ukuran  aslinya.
Pada model ini diberikan suatu asumsi-asumsi kegiatan interaksi manusia terhadap zat lain yang memiliki tingkah laku dengan manusia. Contohnya bagaimana kita  dapat menerangkan adanya muatan listrik yang bergerak sehingga membentuk arus listrik beserta rangkaiannya.
 banyak pertanyaan-pertanyaan yang bersangkutan dengan hal tersebut misalnya tentang potensialnya,hambatannya,dan lai-lainnya.

A.    PENDAHULUAN

Banyak pengalaman guru yang setuju bahwa penyampaian informasi kepada siswa sangat penting tetapi pengajaran siswa mengenai bagaimana siswa dapat membayangkan obyek yang diajarkan. Pengalaman guru juga mengetahui bahwa Model   adalah pondasi bangunan dasar untuk berpikir, terutama sekali berpikir tentang Fisika  , dalam berbagai subjek. Pada Model   Interaksi Sosial  mengijinkan individu untuk membandingkan pokok bahasan tentang Fisika    dengan kehidupan sehari-hari untuk  memandu berpikir siswa. Misalnya jika disebutkan terminal maka apa yang diketahui siswa tentang terminal harus diakomodasi walaupun hal tersebut tidak sesuai dengan keinginan guru.
 Proses belajar Model   ini mulai pada awal-awal umur (SD) dan kontinu keseluruhan hidup seperti manusia berkembang lebih dan lebih ke arah Model   secara menyeluruh, keduanya dalam sekolah atau di luar sekolah. Belajar Model   krusial di sekolah dan dalam kehidupan setiap manusia, karena Model   ini mengijinkan pemahaman yang bermutu beberapa manusia dan menyediakan basis interaksi secara verbal.
Fokus pada pengajaran Model   Interaksi Sosial  dan bagaimana guru dapat menolong siswa tercapai dan berkembang Model   dasarnya yang dibutuhkan untuk belajar lebih lanjut dan berpikir tentang Fisika. Bagian pertama sepakat membahas tentang hakikat Model   Interaksi Sosial  dan pentingnya dalam pendidikan. Bagian berikutnya menyediakan wawasan singkat ketiga pendekatan pengajaran Model   dan ringkasan penelitian yang mendasari dan mendukung model pengajaran Model   tersebut. Bagian akhir menjelaskan pengajaran spesifik dan prosedur evaluasi yang berhubungan dengan Model    Interaksi Sosial .
Pada Model   ini siswa diajak untuk berfikir tentang bahan ajar Fisika   dimana sebagai bahan perbandingannya adalah tatanan sosial agar siswa dapat mencerna bahan ajar tersebut dengan membandingkan, dan memahami bahan ajar tersebut. Disamping itu dengan Model   ini diharapkan siswa bertingkah laku lebih baik sesuai dengan aturan yang telah ada.


B.     DEFINISI

Model   pengajaran  Interaksi Sosial (IS) adalah suatu Model   yang mengimpletasikan bahan ajar tentang Fisika diaplikasikan kedalan konteks kehidupan sehari-hari. Sehingga siswa dapat menalarkan bahan ajar tersebut dan diharapkan dapat menggembangkannya pengetahuan yang didapat kedalam Iptek yang lebih lanjut.


C.     DESAIN  Model   Pengajaran Interaksi Sosial   (IS)

Desain pegajaran ini digambarkan sebagai berikut ini :


                                        








D.    MERASIONALKAN  BAHAN  AJAR
Atom, Elektron, Lintasan Elektron, bakteri, virus dan lain sebagainya   merupakan  suatu zat yang keberadaanya ada akan tetapi tidak dapat dilihat secara kasat mata. Hal tersebut dapat dipahami dengan  mengembangkan Model   Interaksi Sosial  . Kombinasi sesuatu yang konkret, seperti Atom yang diibaratkan menjadi bola, Elektron merupakan sesuatu yang membungkus bola dengan kualitas abstrak, seperti bulat, gerakan elektron dalam rangkaian listrik ,  memungkinkan kita  mengidentifikasi kelas objek yang berbeda dari yang lain. Secara berulang-ulang penyortiran dan pengelompokan bola dengan lintasannya yang berbeda, dia dapat secepatnya membentuk Model   abstrak untuk objek yang sama yang mengijinkan dia untuk berpikir mengenai hal tersebut, secepatnya, untuk mengomunikasikan dengan yang lain mengenai itu.
Model   ini memiliki nama atau label dan banyak atau sedikit sesuai dengan definisi. Sebagai contoh, Dalam sebuah ikatan atom dimana banyaknya elektron luar yang bermain untuk membentuk ikatan tersebut, maka kelebihan atau kekurangan pada atom tersebut diindetifikasikan kedalam hubungan antara sosial. Jika ditelaah lebih lanjut maka dalam suatu ikatan atom maka ikatan kovalen akan lebih lemah daripada ikatan ion, hal tersebut dapat diterangkan bahwa hubungan sosial dari jual beli akan lebih lemah daripada ikatan antara hubungan atasan yang baik dan bawahan yang patuh.
Label dan definisi mengijinkan pemahaman dan komunikasi yang bermutu dengan yang lainnya menggunakan Model   ini. Semuanya mensyaratkan untuk pengajaran dan belajar Model   (IS).

E.     ATRIBUT  MODEL   INTERAKSI SOSIAL

1)      Atribuk Kritis
Atribut Model   ini juga memiliki atribut yang mendiskribsikan dan menolong mendefinisikan semuanya. Beberapa atribut ada yang kritis dan digunakan untuk memisahkan satu Model   dari yang lainnya. Sebagai contoh, jika siswa diajarkan tentang atom yang mana terdiri dari inti dan muatan yang mengelilingi inti tersebut yang dibuktikan dengan penembakan sinar α hal tersebut dapat diterangkan dengan jika kita melemparkan batu dalam suatu titik pada obyek tertentu maka lebih banyak tidak kenanya dibandingkan dengan sasaran yang dituju, hal tersebut merupakan pembuktian bahwa inti atom lebih kecil dari pada volome atom secara keseluruhannya .
Sebagai tambahan, jika Model   adalah subset pada Model   yang luas, kemudian itu juga harus mengandung atribut kritis pada Model   yang luas. Sebuah Atom  adalah Suatu zat yang terdiri dar inti dan muatan yang mengelilinginnya.
2)      Atribut Non Kritis.
Beberapa atribut bisa ditemukan dalam beberapa anggota tetapi tidak dalam semua anggota kelas. Hal ini disebut dengan atribut nonkritis. Sebagai contoh, ukuran adalah atribut nonkritis dalam suatu pengajaran ilmu Fisika   . Semua Model   memiliki keduanya yaitu atribut kritis dan nonkritis dan itu kadang-kadang sulit bagi siswa untuk membedakan di antara keduanya. Sebagai contoh, kita bicara masalah persamaan  kimia, Maka satuan liter  merupakan atribut non krisis karena setiap bahan ajar kimia tidak selalu memakai satuan tersebut. Fokus secara eksklusif dalam atribut kritis dan jenis anggota dari sebuah kelas kadang-kadang dapat menyebabkan kebingungan ketika belajar Model   baru.


F.      KATAGORI  MODEL    SOSIAL  INTERACTION.
Model  , seperti kebanyakan objek atau ide lain, dapat dikategorikan dan dilabelkan. Mengetahui perbedaan tipe Model   sangat penting karena, ketika akan diilustrasikan kemudian, perbedaan tipe Model   memerlukan perbedan strategi pengajaran. Salah satu cara pengelompokan Model   menurut struktur aturan yang menggambarkan kegunaan itu.
Beberapa Model   memiliki struktur aturan konstan. Model   tentang pulau, sebagai contoh, selalu mengandung daratan yang dikelilingi air.  Pada Hukum Newton selalu  memiliki satuan Newton. Struktur aturan untuk Model   ini konstan. Atribut kritis ini dikombinasikan dalam cara aditif dan selalu sama. Tipe Model   ini diarahkan pada Model   konjungtif.

Model   yang lain secara luas dan lebih fleksibel serta mengijinkan seperangkat alternatif atribut. Struktur aturan ini bukan konstan. Sebagai contoh, Model   strike di baseball berdasarkan pada jumlah kondisi alternatif. Strike mungkin ketika memukul (batter) swings dan luput, ketika wasit menentukan yang melempar dalam zona strike meskipun pukulan tidak mengayun (mengenai) bola, atau ketika pukulannya memukul foul ball. Tipe Model   ini disebut Model   disjungtif, artinya, satu mengandung seperangkat alternatif atribut. Model   kata benda (noun) adalah contoh lain dari Model   disjungtif. Itu mungkin bisa orang, tempat, atau benda, tetapi itu tidak dapat ketiga-tiganya dalam waktu yang sama.

Tipe ketiga dari Model   adalah satu yang struktur aturannya bergantung pada hubungan. Model   aunt (bibi) menyatakan hubungan tertentu antara saudara kandung (siblings) dan keturunan (offsprings). Model   waktu (time) dan jarak (distance) juga merupakan Model   relasional. Untuk memahami salah satu dari Model  , satu harus tahu yang lain, ditambah hubungan antara keduanya. Sebagai contoh, minggu (week) didefinisikan sebagai rangkaian hari yang memiliki titik permulaan satu hari (khususnya minggu) dan titik akhir tujuh hari (khususnya Sabtu) dan jangka waktunya tujuh hari.

Akhirnya, Model   dapat diklasifikasikan sebagai independen atau koordinat. Beberapa Model   memiliki aturan independen dan dapat diajarkan dengan dirinya sendiri. Contoh sebelumnya, seperti pulau dan hukum Newton , termasuk dalam kategori independen. Banyak Model   memiliki aturan dependent (bergantung) dan harus diajarkan secara simultan dengan yang lain dengan hubungan yang sangat erat atau Model   koordinat. Contoh Model   koordinat termasuk bapak, ibu, adik, dan kakak, semuanya harus diajarkan dan dimengerti dalam hubungan satu sama lain. Demokrasi adalah Model   koordinat lain yang harus dihubungkan dengan seluruh perangkat yang kompleks seperti rakyat, kekuatan, dan kebebasan. Contoh yang terakhir dari Model   koordinat adalah musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin, yang hanya dapat dimengerti dalam hubungan satu sama lain dan dalam Model   yang lebih besar yaitu musim.

Model   yang memiliki struktur aturan kompleks seperti disjungtif dan Model   relasional secara normal lebih sulit untuk diajarkan dibandingkan dengan yang sederhana, struktur aturan konstan. Dengan cara yang sama, Model   koordinat lebih sulit untuk diajarkan dibandingkan dengan Model   independen. Itu menolong menjelaskan bagaimana beberapa siswa yang menguasai Model   prasyarat sederhana memeliki kesulitan dengan kerja yang lebih tinggi tentang setiap lapangan subjek.


G.    CONTOH  DAN NON CONTOH MODEL   INTERAKSI SOSIAL

Belajar Model   tertentu melibatkan identifikasi keduanya yaitu contoh dan noncontoh. Sebagai contoh, sapi adalah contoh dari hewan tetapi itu noncontoh untuk reptil. Australia adalah contoh dari negara di bumi bagian selatan, tetapi itu noncontoh untuk negara berkembang. Katun dan sutera adalah contoh Model   pabrik, tetapi kulit dan baja noncontoh. Ketika akan didiskribsikan kemudian, cara contoh dan noncontoh sangat penting diidentifikasikan dan digunakan dalam Model   pelajaran. Dalam Model   ini didalam mata pelajaran kimia pada materi ikatan kimia diandaikan hubungan kekeluargaan sebagai ikatan ion karena satu sama lain saling memberi dan menerima sedangkan untuk ikatan kovalen merupakan ikatan jual beli, hal tersebut sebagai contoh sedangkan non contoh adalah jalan raya merupakan contoh dari arus listrik tapi non contoh pada ikatan kimia.

H.    PENGARUH  SOSIAL   PADA MODEL    INTERAKSI SOSIAL
Atribut kritis dari Model   konjungtif, seperti Hukum Newton, ditentukan tanpa dipengaruhi dengan konteks sosial. Akan tetapi, Model   disjungtif dan relasional seperti kemiskinan atau literacy rate berubah dari satu sosial konteks ke yang lainnya. Model   dengan perubahan atribut kritis sering ditemukan dalam sains behavioral dan sosial serta membutuhkan definisi operasional yang bergantung pada konteks sosial atau lingkungan budaya di mana itu digunakan. Mempertimbangkan Model   bibi (aunt). Di dalam masyarakat, Model   bibi (aunt) atau auntie mengacu pada beberapa orang dewasa dalam masyarakat yang memiliki tanggung jawab untuk merawat anak tertentu dan tidak ada kaitan dengan hubungan darah. Juga mempertimbangkan Model   geografis utara atau selatan ketika berhubungan dengan iklim. Anak-anak di belahan bumi utara diajarkan bahwa ketika satu pergi ke selatan, iklimnya sedang panas (warmer). Sesungguhnya itu tidak akan benar untuk anak-anak di Australia atau Argentina. Label Model   juga dipengaruhi oleh konteks. Di Inggris kaca depan mobil (car’s windshield) disebut windscreen, dan trunk disebut boot. Model  nya sama, labelnya berbeda.

I.       PROSEDUR BELAJAR  MODEL    INTERAKSI SOSIAL
Pengetahuan Model  tual adalah kemampuan pebelajar untuk mendefinisikan sebuah Model   berdasarkan pada beberapa kriteria (sebagai contoh, kharakteristik atau hubungan fisik) dan untuk mengenali hubungan Model   dengan Model   yang lain. Itu menyiratkan pemahaman tipikal atau kejadian terbaik dari kelas, yang bergantung pada definisi atribut. Sebagai contoh, jika kamu mengidentifikasi tipikal atau contoh terbaik dari laki-laki dewasa dalam terminologi tinggi, kamu kemungkinan akan menggunakan prototipe kamu seseorang dengan tinggi sekitar 6 kaki. Kamu tidak akan menggunakan tinggi pemain basket sekitar 7 kaki 6 inchi atau tingi joki 4 kaki 8 in Pengetahuan prosedural Model   mengacu pada kemampuan siswa untuk menggunakan Model   dalam membeda-bedakan fashion. Itu melibatkan kemampuan untuk menggunakan pendefinisian atribut Model   untuk membandingkan (compare dan contrast) dengan yang serupa tetapi dengan Model   berbeda. Pengetahuan prosedural mengenai laki-laki akan mengijinkan perbandingan dengan Model   yang serupa seperti perempuan, anak perempuan, anak laki-laki, orang tua, anak muda, dan orang tinggi.
Untuk memahami perbedaan antara pengetahuan Model  tual dengan prosedural, berpikir lagi tentang Model   Newton. Belajar Model   segitiga sama sisi melibatkan kedua akuisisi pengetahuan Model  tual dan pengembangan pengetahuan prosedural. Pengetahuan Model  tual ada ketika siswa mengetahui definisi atribut dari segitiga sam sisi dan dapat berbicara dengan jelas mengenai itu semua. Siswa dengan pengetahuan Model  tual dari hukum newton  akan mendefinisikan itu sebagai gaya, yang digambarkan dengan jumlah gaya jika seimbang selalu sama dengan nol. Siswa ini akan dapat menggeneralisasi kejadian tentang hukum newton ke dalam semua kelas. Siswa dengan pengetahuan prosedural, bagaimanapun, dapat menerapkan definisi dan dapat membedakan hukm newton satu dengan yang lainnya.
J.       OVERVIEW  PENGAJARAN MODEL    INTERAKSI SOSIAL
Pengajaran Model   sebenarnya melibatkan sejumlah model yang berbeda. Tiga variasi pengajaran Model   seperti efek pembelajaran, sintaks, dan struktur lingkungan secara singkat dinyatakan dalam bagian ini. Kebiasaan pengajaran dihubungkan dengan tiga pendekatan secara menyeluruh diujikan di bab berikutnya..
Pengaruh Instruksional  pada  Pengajaran Model   Interaksi Sosial  
Model pengajaran Model   akan dikembangkan terutama untuk mengajar ide kunci yang melayani sebagai pondasi bagi siswa berpikir FISIKA   dan menyediakan basis untuk pemahaman dan komunikasi yang bermutu. Dan dapat dFisika  kai  untuk mengajar dalam jumlah yang banyak pada informasi bagi siswa. Meskipun, dengan belajar dan penerapan Model   kunci di dalam memberi disiplin atau subjek, siswa dapat mentransfer belajar spesifik untuk area yang lebih luas. Pada dasarnya, tanpa pemahaman yang bermutu pada Model   kunci tertentu, pembelajaran area subjek hampir tidak mungkin.
1)      Lima  Pendekatan untuk Pengajaran Model   Interaksi  Sosial
Ada banyak pendekatan untuk pengajaran Model  , tetapi tiga basic dasar telah diseleksi untuk bab ini: (a) presentasi langsung (direct presentation), (b) Mencari hubungan  Dasar  (concept formation to corelation), (c)  Menghubungkan antar Bahan Ajar  dengan interaksi sosial  (Corelation with sosio Interaktion), (d) Proses Pengembangan dalam Bidang Sosial (Development of Concep)  dan (d) pencapain Model   (concept attainment).

(a)   Presentasi Langsung
Pada pendekatan presentasi langsung, guru secara hati-hati menyediakan urutan presentasi expository (penjelasan) dan/atau interrogatory (pemeriksaan) pada Model  , mengandung banyak contoh ilustratif. Dibangun dari kerja Tennyson dan yang lainnya (1983), model ini mengandung beberapa prinsip yang sama dari desain pembelajaran seperti model presentasi pengajaran didiskusikan dalam bab sebelumnya. Pendekatan presentasi langsung untuk pengajaran Model   membuat perbedaan tentang kebiasaan guru yang sesuai berdasarkan pada hakikat Model   yang diajarkan.
(b)         Mencari Hubungan Dasar  
Berdasarkan kerja Hilda Taba (1967), pendekatan ini terutama sekali bermanfaat ketika tujuan belajar mengandung penemuan Model   baru dan pengembangan Model  –strategi pembangunan. Pelajaran pembentukan Model   mengandung pertolongan bagi siswa untuk membedakan ruang lingkup objek atau kejadian, untuk mengelompokkan ruang lingkup tersebut  berdasarkan pada unsur umum, dan untuk membentuk kategorinya sendiri dan melabeli skema. Tujuan utamanya adalah pengembangan keahlian membedakan dan mengelompokkan.
(c)        Mencari Hubungan Antar Bahan Ajar  dengan Interaksi Sosial  (Corelation with Sosio Interaktion)

Pada dasar dari hubungan antar bahan ajar dengan interaksi sosial adalah memberi pemahaman pada siswa bahwa  sifat-sifat materi dari yang terkecil akan memiliki kesamaan sifat dengan materi yang berukuran besar, misalkan sifat-sifat  atom akan memiliki kesamaan sifat dengan manusia dalam beberapa hal. Atau didalam elektronika maka difinisi untukterminal itu siswa diberikan kebebasan untuk mendifinisikan. Dalam hal ini dapat dikategorikan atribut non kritis.
Pada umumnya hubungan yang dimaksud hampir seluruhnya merupakan atribut non kritis, akan tetapi dalam hal tertentu jika tak dapat diterangkan secara kiasan dFisika  kai atribut kritis.

(d)   Proses Pengembangan dalam Bidang Sosial (Development of Concep) .
Pada proses ini  siswa diharapkan untuk mengembangkan, dan menghubungkan dari hubungan sosial yang berlaku hukum sehari-hari, dalam hal ini dapat dilihat dari filsafah atau nasehat  dan lain sebagainya. Suatu contoh setelah melalui pengamatan dan pengalaman sehari-hari, didalam suatu ikatan kimia maka siswa akan bertingkah laku sebaik mungkin misalnya menjadi orang yang dermawan, tidak mencari-cari kesalahan orang lain dan sebagainya.
 (e) Pencapaian Model   (concept attainment).
Dipengaruhi oleh kerja Bruner dan koleganya (1956), pendekatan pencapain Model   digunakan ketika siswa siap dengan beberapa ide mengenai Model   IS atau seperangkat Model  . Melalui pertimbangan berbagai contoh dan noncontoh dari Model   tertentu, guru mempromosikan berpikir induktif oleh siswa dan menolong mereka mengawasi proses berpikir
mereka. Pembedaan antar keempat  pendekatan dan kebiasaan pengajaran spesifik akan dideskribsikan lebih detail di bab berikutnya.
Dari keempat pendekatan  tersebut siswa diharapkan untuk dapat mengembangkan dan menemukan hal yang baru, selain dari segi FISIKA   juga dalam segi tingkah laku.
(1)   Sintaks Pengajaran Model  .

Ada empat fase atau langkah utama di masing-masing pendekatan pengajaran Model   yang dijelaskan dalam bab ini. Ada, meskipun, variasi dalam urutan aktivitas belajar dan perilaku guru pendamping di fase 2 dan 3. variasi ini akan disoroti dan dideskribsikan kemudian. Semua urutan dari fase, meskipun, dirangkum dalam Tabel 1.







FASE


PERILAKU GURU

Fase 1:

Fase 2:


Fase 3:




Fase 4:

Tujuan penyajian dan penetapan
Konversi bahan  ajar kedalam aspek sosial


Pengembangan pada aspek social tersebut, dan member contoh contoh.



Konversi dari aspek sosial kedalam prilaku iptek dari bahan ajar

Guru menjelaskan bahan ajar kesiswa  dan menjelaskan kedalam aspek sosial.
Guru menerangkan aspek sosial kedalam bahan ajar, dan mengembangkan dalam pencarian hubungan antara aspek sosial kedalam bahan ajar.

Guru menampilkan contoh kedalam aspek sosial , menggunakan pendekatan pencapaian Model   dan presentasi langsung. Di pembentukan Model  , objek kelompok siswa dengan karakteristik, dan siswa dituntut membayangkan apa yang terjadi kedalam aspek sosial.
Guru membantu siswa untuk berpikir tentang pikirannya sendiri dan untuk mengintegrasikan kedalam bahan ajar . Jika dapat dikembangkan maka diharapkan siswa memiliki ide pada proses peemuan.














Tabel.1 Sintaks Pengajaran Model  .Interaksi Sosial

(2)  Struktur Lingkungan Belajar.
Lingkungan belajar untuk pengajaran Model   adalah salah satu yang bisa dinyatakan sebagai terstruktur sedang. Guru membuat keputusan mengenai Model   untuk mengajar dan di mana pelajaran Model   harus diurutkan di dalam unit yang lebih luas dari studi. Guru juga menyeleksi contoh dan noncontoh terbaik dari Model   berdasarkan latar belakang dan pengalaman siswa. Saat pelaksanaan pelajaran Model  , meskipun, ada banyak penyebab ketika peran utama guru menjadi salah satu respon untuk ide siswa, pendorong partisFisika  si siswa, dan siswa pendukung saat mereka mengembangkan keahlian penalaran mereka. Pengecek untuk pemahaman dan pemberian kesempatan siswa untuk menyelidiki proses berpikir mereka sendiri juga memanggil pendukung dan pendorong guru. Lingkungan belajar untuk pengajaran Model  , hanya sebagai model presentasi yang dijelaskan bab lain , memerlukan siswa untuk memberikan perhatian khusus pada pelajaran. Ketika pelajaran Model   dalam perkembangan, ini bukan waktu untuk berbicara pada tetangga, belajar, atau banyak aktivitas lain yang membutuhkan perhatian pergi dari pelajaran.













Daftar Pustaka:
1.   American Psycological Association (2003) Psycological Abstracts, Washington DC, Author.
2.  Educational Research (2005) Planning, Conducting, and Evaluating Quantitatif and Qualitative Research. University of Nebraska-Lincoln, Jonh W. Creswell.
3.  Model   Pendidikan MIPA  (2007) Kompilasi Bahan Ajar Model   Pendidikan MFISIKA  , Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Sasmoko.
4.   Model   Pendidikan MIPA  (2007) , Science Education A Science, University of Iowa, Robert E. Yager.
5.  K. Ostfund Editorial (1998), What the Research Says Abaut Science Process Skills,  The University of Texas at Austin, Karen Ostlund.
6.  Electronic Journal of Education (2001), Preparing New Teachers to Teach Science : The Role of the Science Teacher Educator, John A Craven III and John Penick, University of New York.
7.  Electronic Journal of Education (2000), Inquiry, nature of Science, and Evolution : Charles. J. Eick, Auburn University.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar